Masih menjadi pertanyaan, kenapa kalau seseorang patah hati, seringkali pantai yang menjadi tujuannya?
Aku pun demikian. Awalnya, kupikir ya barangkali itu adalah salah satu cara untuk menangkan pikiran. Pergi ke tempat baru, melihat pemandangan yang menawan, mendengar debur ombak, bermain dengan pasir putih dengan kaki telanjang, dan tak lupa menikmati sunset dipenghujung waktu sebelum undur diri meninggalkan pantai.
Ya, sunset.
Jika dipikir lebih lanjut, perasaan manusia yang patah hati bagaikan matahari yang tenggelam di ufuk barat.
Sebagaimana matahari yang nenerangi bumi dengan sinarnya, ketika kita jatuh cinta, hati kita seolah dihinggapi secercah cahaya yang pada akhirnya membuat kita bahagia.
Sayangnya, sebagaimana matahari pula, ada terbit dan tenggelamnya.
Kita tahu, Tuhan menciptakan matahari dengan cahaya yang tak abadi.
Perasaan pun sama. Ada saatnya ia akan redup, kemudian meninggalkan bahagia-bahagia yang pernah ada. Dari sini kita bisa belajar bahwa keindahan akan sirna, bahagia itu fana.
Jadi, tidak sepatutnya diri ini berharap pada manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar