Selasa, 28 Juli 2020

Fatamorgana

Merah. Merona. Merekah. Hampa
Tersenyum. Bahagia. Tertawa. Kecewa
Bangkit. Melangkah. Berlari. Terjatuh. 
Memulai. Melaju. Menggebu. Runtuh. 

Hidup berotasi layaknya bumi
Ada kalanya dipuncak kejayaan 
Lain waktu bisa jadi dilanda sulit tanpa kesudahan

Dunia ini fana
Abadi hanya bualan belaka
Semua akan hilang di makan zaman, atau berakhir atas kehendak tuhan

Kadangkala kita terlalu mengelukan apa yang ada di hadapan
Padahal mungkin, semua bisa raib dalam satu kedipan

Mereka Sebut Hidayah

Merendah, pasrah, muhasabah

Ketika hati tak tentu arah

Seringkali salah menentukan langkah

Tertunduk lesu, harapan patah


Suram, hitam, tenggelam

Itu yang kau dapat jika terdiam

Berjalanlah, perlahan

Ada cahaya yang menunggu untuk kau jemput di hadapan


Yang akan menjadi penerang hidupmu dalam menelusuri jalan

Yang mampu mempererat hubunganmu dengan Tuhan

Memperkaya keyakinan

Mewujudkan harapan 

Syukur

Kesadaranku kian menampakkan kembali radarnya
Sebelumnya aku mengira, nasibku tak seberuntung mereka

Sempat iri, tapi kembali kumengingat
Allah tidak suka jika hambanya menyimpan dengki meski sesaat
"Karena, sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah: 5)
Ayat itu di ulang sekali lagi
"Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah: 6)
Kutipan salah satu ayat
Membuatku percaya pada suatu hakikat
Semua pasti akan berlalu jika sudah menemukan saat
Baik sedih, senang, bahagia ataupun rasa sakit yang menyayat
Aku pasrah
Namun bukan berarti aku menyerah
Aku tundukan kepala kebawah
Kulihat segelintir orang memiliki nasib yang lebih parah

Aku bersyukur
Betapa banyak nikmat yang tak dapat kuukur
Tersadar selama ini diriku terjerembab kufur
Beruntung, Allah tak sampai membuatku tersungkur

Aku ingat kembali
Betapa banyak hal dengan mudah ku sesali
Hanya karena tak dapat kumiliki
Sedangkan diluar sana banyak yang mengelukan hidupku meski sekedar mencicipi
  
Jalan setiap orang berbeda
Bersyukurlah kalian jika lebih dulu mengecap mimpi yang pernah muncul di kepala
Penggaris hidup setiap orang juga berbeda
Tak seharusnya kuukur garis sukses milikku dengan mereka

Kudongakkan kepalaku
Bukan ingin angkuh
Hanya ingin sejenak melihat mimpi yang menggelayuti 
Menyemangati diri agar dapat meraih             
Meski waktu yang diberikan bukan
saat ini
   
Aku merengkuh
Tertunduk patuh
Kini, tak akan lagi ku mengeluh 

Bungkam

Ada yang mengungkap lewat lisan

Ada pula yang lewat tulisan

Yang lebih ringkas lagi, lewat ketikan


Apa yang ingin aku ungkap?

Lisan tertutup rapat

Jari tak bisa diajak kompromi untuk menyampaikan perihal rasa yang tak nampak


Diam

Boleh jadi sebuah pilihan,

Tapi tidak bisa terus menerus begitu bukan?


Tidak semua paham apa yang kau rasa tanpa penyampaian

Tidak semua dapat mengerti jika kau tak berusaha membicarakan

Tidak semua diam, adalah logam mulia yang senantiasa harus disimpan


Mungkin demikian,

Tapi sungguh, ini lebih rumit jika harus dijabarkan

Senja dan Sendu

Senja, izinkanku bercerita
Denganmu berdua saja
Mengulas kisah pilu masa lalu
Yang sampai saat ini masih menyisakan sendu

Tahukah senja, awan hitam itu merenggut bahagiaku
Menghilangkan senyum
Menghadirkan luka
Meredupkan mimpi yang kubangun di masa SMA

Kupikir semua akan baik saja 
Berharap pulih seperti semula
Namun hujan terlanjur mengalir deras di pelupuk mata
Hero yang kuberi nama papa
Pertama kali kulihat sendu wajahnya
Menghitam matanya
Tak henti hari demi hari air membasahi matanya

Bidadari yang kuberi nama mama
Tak lagi kutemukan cerianya 
Hanya doa dan lantunan ayat suci yang keluar dari lisan
Menata hati agar kuat menghadapi cobaan
                
Senja, belajar dari sebuah peristiwa 
Diriku kini menjadi lebih dewasa
Mengharuskanku untuk lebih waspada
Karena kutemukan segelintir orang ternyata bermuka dua
Ketika harta membuat gelap mata
Persahabatan jadi taruhannya
Terjalin lama namun sia-sia
Berakhir tanpa makna dan penuh tanda tanya  
                                                    
Sang muka dua bersandiwara Menjadikan dunia sebagai panggung baginya                 
Merabah, mencari mangsa yang  terlena 

Menutup muka dengan topeng oasis
Menampilkan muka tenang tanpa beban 
Sambil mengulurkan lidah kefitnahan
Dan berdiri diatas kaki kebohongan
Aku tersadar setelahnya
Lihatlah dibaliknya
Ada wajah dibalik topeng megahnya  

Oh senja,   
Ingin sekali kutertawa
Begitu pandai ia menipu diri
Begitu tega ia menyakiti  
Bak manusia tak punya hati
Jika kau berjumpa dengannya, sampaikan salamku, hidayah menati.

Kepada Tuan Totalitas

Untuk : Tuan totalitas

Ayam baru saja mengeluarkan suara
Sedang kamu sudah siap sedia 

Bak hari-hari dipenuhi semangat empat lima
Kamu datang sangat pagi dan pulang lewat dari waktunya

Kamu ini semangat bekerja atau menyiksa jasad dengan meniadakan waktu istirahatnya?

Kamu baik, sungguh baik, bahkan kelewat baik
"Aku ga enak sama dia" katamu        

Apa sulitnya untuk bilang tidak?
Bantulah orang sewajarnya
Selesaikan pekerjaanmu, baru bantu pekerjaan orang lain
Mudahkan urusanmu, setelah itu barulah kau bantu mudahkan urusan orang lain
Totalitas boleh saja, tapi tetap pada porsinya

Pernah aku merasa nasihatku percuma 
Sampai akhirnya dia tersadar 
"Kayaknya aku dimanfaatin sama mereka"

Udah ngerti, kenapa masih mau?

Senin, 29 Juni 2020

[Review Buku] : Nebula dan Selena karya Tere Liye - Resensi Novel Tere Liye

RESENSI NOVEL NEBULA DAN SELENA




Buku ke-8

Judul Novel              : Selena

Pengarang                 : Tere Liye

Penerbit                    : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit            : 2020

Tempat Terbit          : Jakarta

Tebal                          : 368 hlm; 20 cm

 

Buku ke-9

Judul Novel              : Nebula

Pengarang                 : Tere Liye

Penerbit                    : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit            : 2020

Tempat Terbit          : Jakarta

Tebal                          : 376 hlm; 20 cm


Sinopsis                 :

Selena dan Nebula adalah buku ke-8 dan ke-9 yang menceritakan siapa orang tua Raib dalam serial petualangan dunia paralel. 

Kedua buku ini juga bercerita tentang Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, sekolah terbaik di seluruh Klan Bulan. 

Tentang persahabatan tiga mahasiswa yang diam-diam memiliki rencana bertualang ke tempat jauh. Tapi petualangan itu berakhir buruk, saat persahabatan mereka diuji dengan rasa suka, egoisme, dan pengkhianatan.

Ada banyak karakter baru, tempat-tempat baru, juga sejarah dunia paralel yang diungkap. Di dua buku ini kalian akan berkenalan dengan salah satu karakter paling kuat di dunia paralel sejauh ini.

***

Seperti judulnya "Selena". 

Kisah petualangan dunia paralel tak bisa lepas dari sosok pengintai terbaik.


Selena, yang merupakan guru matematika Raib, Seli dan si jenius Ali. 

Selena, yang akrab dengan sapaan "Miss Keriting"

Selena, yang menemani petualangan seru Raib, Seli dan Ali mulai dari buku pertama (Bumi) hingga buku ketujuh (Komet Minor)


Selena lahir di Distrik Sabit Enam, dua ratus kilometer utara Kota Tishri, Klan Bulan. Itu bukan kawasan yang maju dan canggih. Itu kawasan kumuh, padat, dan tertinggal.

Dirinya yatim piatu sejak kecil. Ayahnya meninggal saat usianya empat belas tahun. Tak lama, ibunya menyusul sang Ayah saat usianya lima belas tahun.

Melalui wasiat tertulis, ibunya meminta agar Selena menemui Paman Raf, satu-satunya anggota keluarga yang dipercayainya. Selena tinggal bersama keluarga Paman Raf di Kota Tishri dan bekerja untuknya. Selena menjalani kehidupannya dengan mandiri.


Paman Raf adalah pemilik perusahaan konstruksi yang meski usahanya belum memiliki nama besar, namun cukup dipercaya untuk menjadi bagian dari pembangunan kota. 

Bersama Paman Raf dan keluarganya, juga para pekerja Paman Raf, Selena belajar banyak. Meskipun ia tidak pernah menjalani pendidikan formal, tetapi kelebihan pada matanya yang tajam dan kemampuannya dalam mengingat sesuatu dengan cepat, membuat dirinya mengalami perkembangan yang pesat. 

Melihat kemampuan Selena yang luar biasa, membuat Aq–seorang mandor konstruksi–memutuskan mendidik Selena menjadi pekerja konstruksi terbaik. Mulailah dirinya belajar tentang mesin bor, peralatan, desain, listrik, dan ilmu engineering. Aq juga membawakan buku pelajaran dasar berhitung dihari keempat dirinya bekerja. Buku tersebut dalam bentuk digital. Dengan sabar Aq memberinya kursus bagaimana “membuka”, “membaca”, termasuk “mengerjakan latihan soal” di buku tersebut.

Terhitung sudah tiga tahun Selena tinggal bersama Paman Raf. Usianya nyaris delapan belas. Hanya menghitung minggu, dirinya resmi menyentuh usia dewasa menurut standar Klan Bulan. Selena berubah banyak. Fisik yang sebelumya kurus dan tak terawat, kini dengan asupan gizi yang baik, tubuhnya berkembang pesat. Tiga tahun dilalui dengan pelajaran yang juga maju pesat. Selena bahkan sudah memiliki sertifikat ujian standarisasi Klan Bulan dengan nilai baik. Nilai yang didapatkannya itu mampu menjadi penyetara dirinya dengan mereka yang sudah menjalani pendidikan formal sejak kecil. 


Selena juga sudah merancang cita-citanya.
Menjadi Mahasiswa Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, itulah cita-citanya. 

Akademi Bayangan Tingkat Tinggi adalah sekolah terbaik di Klan Bulan. Itu seperti universitas atau kampus kebanyakan. Bedanya, itu tempat para petarung terbaik seluruh Klan Bulan belajar. Kelompok elite diantara para elite. Demi mewujudkannya, Selena menjadi lebih sering berkunjung ke perpustakaan sentral, membaca lebih banyak buku, dan mempelajari banyak hal.

Dari satu tes ke tes yang lain, Selena menjalani tes masuk ABTT dengan lancar dan mendapatkan hasil yang baik. Namun tidak diperoleh hasil yang sama ketika ia menjalani tes kekuatan. Kekuatan menghilang, tameng transparan dan pukulan berdentum yang dimilikinya tidak pernah bisa menjadi sempurna. Selena paham akan hal itu.


***

Seseorang dengan perawakan tinggi-kurus, wajahnya tirus, telinganya mengerucut, rambutnya meranggas dengan bola mata hitam pekat. Dia menggunakan kain berwarna gelap, menyapa dari dalam cermin besar di kamarnya. Setelahnya, barulah Selena tahu, dialah Tamus. Sosok yang sering muncul di cermin dimanapun Selena berada. Sosok antagonis pelengkap cerita. Sosok paling kuat di dunia paralel.

Malam hari di Stadion Kota Tishri, Tamus membuat janji. Selena ragu, namun tetap menemui Tamus. Lapangan Stadion menjadi saksi bagaimana Tamus menjadikan Selena seperti terlahir kembali. Menjadi sosok yang memiliki kekuatan Klan Bulan dengan sempurna. 

Usai pertemuannya dengan Tamus malam itu, dengan penuh pertimbangan, Selena memberanikan diri menerobos masuk acara inaugurasi mahasiswa baru ABTT esok paginya. 

Penerimaan Mahasiswa Baru Akademi Bayangan Tingkat Tinggi sudah ditutup sejak pengumuman kelulusan tes ketiga. Ada 100 calon mahasiswa berada di aula. Dihadapan para calon mahasiswa, senior, dan dosen; Selena ingin mendapat kesempatan tes kekuatan itu sekali lagi. Tentunya dengan kekuatan baru yang telah diaktifkan di tubuhnya. Namun, senior yang menjadi panitia menolak kedatangannya dan tidak membiarkanya masuk. Pertarungan tak diinginkan pun terjadi di aula tempat berlangsungnya inaugurasi; membuat acaranya menjadi kacau balau.

Selena yang saat ini melawan mereka tidak lagi Selena yang sama. Tidak ada lagi tameng transparan yang bolong-bolong, tidak ada lagi teknik teleportasi yang hanya menghilangkan separuh tubuh–tidak sempurna, dan tidak ada lagi pukulan berdentum yang hanya mengeluarkan suara seperti kentut gajah.  Kekuatan Selena kali ini berkali lipat lebih baik dari sebelumnya.

Pertarungan di aula mempertemukan dirinya dengan Mata. Mahasiswa perempuan, usianya sepantaran dengannya. Rambutnya lurus panjang, hitam legam. Matanya indah. Dia mengenakan jubah hitam dengan garis abu-abu seragam mahasiswa baru. Mata yang membantu melindungi Selena dari serangan salah satu mahasiswa tingkat atas yang tanpa sadar muncul dari atas dengan memberikan pukulan berdentum. Juga Tazk. Mahasiswa laki-laki, tinggi dan gagah. Yang membantu melindungi Selena dengan membuat tameng transparan.

Master Ox, Kepala Akademi Bayangan Tingkat Tinggi pada akhirnya turun tangan untuk menginterupsi pertarungan. Pertarungan Selena, berakhir di ruangan menegangkan milik Master Ox. Selena dipanggil bersama Mata dan Tazk.

Dengan pertimbangan Master Ox dan para dosen, setelah benar-benar melihat perkembangan kekuatan Selena yang menakjubkan, akhirnya secara resmi Selena diterima menjadi mahasiwa baru kampus ABTT dan dinobatkan menjadi mahasiswa baru ke 101.  Itulah keputusan Master Ox–pemimpin Akademi Bayangan Tingkat Tinggi.

.

Selena, Mata, dan Tazk mulai bersahabat sejak diterimanya mereka menjadi mahasiswa.

Selena dan Mata menempati kamar asrama yang sama. Kedekatan mereka lebih terasa. Sedangkan Tazk, meski berada di asrama yang berbeda, tetapi mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama. Baik itu di perpustakaan, di kantin, di ruang kelas, dan salah satu ruang yang tak boleh terlewatkan; sebuah bangunan bernama Kotak Hitam, tempat mereka mengasah kekuatan.

Kotak Hitam adalah sebuah bangunan dengan ruangan khusus yang dipersiapkan untuk mereka bertiga. Ruangan yang nantinya akan terus mereka gunakan sebagai tempat untuk simulasi bertarung. Robot dengan teknologi mutakhir dipersiapkan dan terus diperbaharui kekuatannya pada setiap pertemuan. 

Tiga mahasiswa dengan kekuatan Klan Bulan melawan robot canggih dengan kekuatan, kelincahan, kecepatan, daya tahan, yang berkali-kali lipat lebih unggul dari mereka. 

Kemenangan dalam bertarung tak lagi menjadi tujuan. Mereka hanya perlu bertahan hingga waktu pertarungan selesai. Kalau tidak, hanya nama yang tersisa, bahkan sebelum pintu kotak hitam kembali terbuka. 

***


Beragam jenis mata kuliah yang terdengar asing, dosen mata kuliah dengan keunikan cara mengajarnya masing-masing, kecanggihan teknologi yang berpadu dengan misteri alam, sunyinya malam, keramaian siang, dan beberapa ruangan tersembunyi yang tertanam; begitu apik disuguhkan. 

Kalian akan dikenalkan dengan mata kuliah khusus yang dipilih selena, yaitu "Malam dan Misterinya". Ada banyak kegiatan seru, unik dan menegangkan selama mata kuliah ini berlangsung. Dari sinilah kemampuan Selena terus diasah, hingga dirinya mampu menjadi sosok Pengintai Terbaik.

Jangan lupakan kedua sahabat Selena yang merupakan bagian penting dari kedua buku ini. 

Tazk, mantan anggota boyband Kota Tishri, tampan, pintar, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Tazk adalah cucu dari mantan Panglima Perang.

Mata, teman sekamar Selena yang senang sekali membaca novel dan memiliki ketertarikan dengan bahasa-bahasa kuno. Mata berasal dari Distrik Sungai-Sungai Jauh. Distrik dengan sungai yang berjumlah ribuan. Distrik yang kelak akan menjadi cerita menakjubkan dari petualangan Selena bersama sahabatnya. Distrik yang menjadi jalan untuk mewujudkan keinginannya bertualang ke tempat-tempat jauh.

Mata memiliki mata yang seringkali bersinar ketika terkena cahaya rembulan. Saat melakukan simulasi bertarung di Kotak Hitam, kekuatan baru bisa muncul begitu saja dari dalam diri Mata. Kekuatan yang bahkan tak pernah ia pelajari sebelumnya. Kekuatan itu muncul ketika Mata melihat atau berada di situasi darurat dan terdesak.

Setelahnya kita akan tahu, Mata adalah sosok yang istimewa. 

***

Ketiga sahabat itu memiliki mimpi yang sama. Yaitu ingin bertualang ke tempat-tempat jauh.

Kekuatan yang telah diaktifkan Tamus di tubuh Selena tidaklah cuma-cuma. Ada perjanjian yang terikat diantara mereka. Diselingi dengan ancaman dari Tamus untuk menonaktifkan kembali kekuatan Selena.

Keingintahuan Selena tentang dunia paralel semakin menjadi ketika Selena rutin memberikan informasi yang diinginkan Tamus. Dari situlah Selena berinisiatif menyatukan potongan-potongan informasi dan berita tentang sebuah perjalanan antar Klan. Mereka berencana untuk melakukannya. 

"Cawan keabadian adalah salah satu pusaka dunia paralel. Penjaga keseimbangan. Sumber kekuatan tiada tara. Obat tiada tanding. Gembok paling kokoh. Disimpan di sebuah klan jauh. Tempat dengan gunung-gunung tinggi yang terus bergerak mengikuti polanya. Klan dengan kabut, awan, dan debu yang menyelimuti terus menerus, persis seperti namanya. Klan itu disebut dengan NEBULA." (Hal 178)

Seperti judulnya "Nebula", cerita tentang perjalanan dunia paralel, menuntun Selena, Mata dan Tazk ke sebuah klan. Klan itu bernama Nebula. Cawan Keabadian menjadi tujuan mereka.

Selena dan Tazk semangat menelusuri semua buku, catatan, sajak,  puisi, aepora, apa pun itu yang bisa menjadi petunjuk lebih detail bagaimana menemukan pintu menuju Klan Nebula.

Selena sang Pengintai. Dia mempunyai banyak rahasia. Termasuk rahasia untuk menjelajahi portal antar klan.

Selena sang Pengintai. Dengan rencana hebat yang telah disusunnya, dia melakukan beragam cara untuk mewujudkannya.

Pengintai diajari menyelinap, membuka gembok, menyamar, dan semua teknik kegelapan lainnya.

Selena bahkan telah diam-diam menyelinap ke ruang para dosen; mencari jawaban dari artefak kuno, perkamen tua, dan buku-buku lama; menyalin file, meminjam alat penerjemah milik dosen bahasa-bahasa kuno hingga masuk ke ruang rahasia milik Master Ox. Selena juga mempelajari file yang diunduh dari Lantai 200 Tower Sentral. Data duplikat yang diperolehnya dengan cara offline.

***

Kuliahnya sudah memasuki semester akhir. Selena bukan lagi anak usia belasan. Ambisi Selena untuk melakukan petualangan ke tempat jauh tak lagi bisa dicegah ataupun dihentikan.

Selena, Mata, dan Tazk telah menemukan jawaban mengenai posisi Klan Nebula. Portal masuknya berada di Distrik Sungai-Sungai Jauh, tempat tinggal orangtua angkat Mata. Lewat diskusi, mereka sepakat proyek akhir itu bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk menemukan Klan Nebula tanpa mengundang kecurigaan siapa pun.

Sebelum lulus dari Akademi Bayangan, ada 2 hal yang perlu dilakukan. Pertama, menyelesaikan  scriptie. Kedua, menyelesaikan proyek akhir. Atau dimasa sekarang, tugas proyek akhir itu lebih dikenal dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Selena sudah mengatur semuanya. Menyelinap ke ruang Administrasi Akademi, membuka sistem informasi di sana, dan memindahkan nama mereka ke kelompok Distrik Sungai-Sungai Jauh. Flo dan Flau menjadi pembimbing mereka.

Tempat yang akan menjadi lokasi proyek akhir mereka adalah Kota Lubuk Enam. Ada dua proyek besar yang akan mereka kerjakan disana. Pertama, mengatasi banjir musiman. Proyek kedua adalah revitalisasi pertanian lemakkata-sejenis tumbuhan gandum, tapi berwarna biru. Semua mahasiswa sibuk mengambil bagian sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing. Anak-anak, remaja, penduduk kota menjadi relawan, semangat membantu.

Proyek akhir itu berlangsung sekitar 2 minggu. Dua hari tersisa, Flo dan Flau mengizinkan peserta proyek akhir menikmati Kota Lubuk Enam Bulan dan sekitarnya. Waktu tersebut bisa digunakan untuk mengunjungi tempat-tempat wisata, mencoba kuliner setempat dan sebagainya.

Selena, Mata dan Tazk menjadikan kesempatan itu untuk pergi menyelesaikan misinya; dengan dalih ingin mengunjungi orangtua angkat Mata. Flo dan Flau pun tak menaruh curiga.

Mereka meminjam Si Paruh Lancip -kapsul terbang milik Flo dan Flau- untuk menuju kesana.

***

"Pintu menjulang ditutupi kabut

Tunggulah bulan purnama

Bawalah kunci yang dibutuhkan

Yang beruntung akan membukanya"

Puisi itu telah digenapkan. Pintu portal menuju Klan Nebula akan terbuka. Mata, adalah jawaban dari teka-teki terakhir yang dibutuhkan.

Di asrama, Selena sering melihat bola mata Mata bersinar, mengeluarkan cahaya hijau ketika bulan purnama tiba. Juga kekuatan baru Mata yang selama ini muncul secara tidak terduga, diakui oleh Master Ox bahwa Mata adalah sosok yang istimewa. Seorang Putri Bulan; pemilik keturunan murni Klan Bulan.

Kini dihadapan Selena dan Tazk, di antara dua tumpukan batu, saat bulan purnama sempurna bersih tanpa awan yang menutupinya, dua bola mata Mata bersinar terang, menyiram tumpukan batu yang mulai bergetar.

Cahaya itu membawa mereka ke sebuah peradaban baru. Sebuah tempat yang tak mereka kenal. Sebuah tempat yang menjadi tujuan mereka untuk mengambil Cawan Keabadian.

.

Sesuai namanya Nebula, klan ini terus bergerak, berpindah-pindah. Klan ini tidak menetap pada satu poros. Porosnya berputar, dan malam seketika berganti siang, sesuai posisi barunya.

Terdapat suatu perkampungan kecil di Klan Nebula. Ada empat puluh rumah dipemukiman. Dari apa yang terlihat, Klan tersebut tidak menunjukan kemajuan teknologi apapun. Penduduk Klan Nebula tampak sederhana dan bersahaja. Rumah, pakaian dan penampilan mereka juga sederhana. Tetapi mereka jelas memiliki teknologi berkali lipat lebih maju dibanding Klan Bulan.

Tiga sahabat itu bertemu dengan kepala kampung. Kepala kampung memberi masing-masing sebuah benda berbentuk seperti kelereng yang merupakan sebuah alat penerjemah bahasa dunia paralel; untuk memudahkan komunikasi mereka.

Kepala kampung bertanya tentang maksud dan tujuan kedatangan mereka. Tentu saja mereka tidak akan berterus terang. Meski begitu, kepala kampung sudah tahu Cawan Keabadian merupakan tujuan dari setiap petualang.

Kepala kampung menjelaskan kepada mereka, Klan Nebula adalah klan pengasingan, penjara. Empat buah kelereng di lempar ke udara membentuk sebuah hologram tipis yang menunjukan kondisi di balik dinding batu yang menjulang tinggi ke langit. Pada bagian bawahnya ternyata terbenam sosok-sosok besar setinggi enam puluh meter. Mereka adalah para raksasa yang berusaha keluar dari dinding. Ratusan jumlahnya. Dengan tegas kepala kampung memberi pemahaman bahwa Cawan Keabadian tidak bisa dimiliki oleh siapapun. Benda itu adalah gembok dinding, sekaligus penjaga keseimbangan.

Setelah berbicara dengan kepala kampung, seorang ibu-ibu paruh baya mengajak mereka menuju rumahnya sambil berbaik hati bercerita tentang Klan Nebula. Kosong, dia memperkenalkan namanya.

Nama penduduk Klan Nebula memang terdengar asing. Seperti Kepala Kampung tadi, yang mereka tahu dari Kosong, bernama Lumpu. Dia juga memperkenalkan seorang anak kecil yang sedang bermain lumpur, bernama Repot. Menjelang akhir cerita kalian akan tahu bahwa nama-nama itu memiliki makna tersendiri.

Cerita-cerita yang disampaikan oleh Kosong sangat padat dan sarat akan makna. Melihat dan mendengar bagaimana pentingnya sebuah Cawan,  Tazk dan Mata akhirnya memutuskan untuk enggan melanjutkan. Sedangkan Selena, masih berkutat dengan pemikirannya. Menurutnya yang diceritakan tak ubahnya seperti dongeng belaka.

***

Petualangan seru itu berakhir buruk, saat persahabatan mereka diuji dengan rasa suka, egoisme, dan pengkhianatan.

Malam itu dirumah panggung Kosong, Selena dan Tazk terlibat sebuah percakapan. Tazk membuat sebuah pengakuan tentang perasaan yang selama ini terpendam. Tazk amat menyukai Mata. Dan secara diam-diam pula Selena menyukai Tazk sejak lama. Sebuah pengakuan yang salah sasaran. Tiga tahun Selena memendam perasaannya pada Tazk. Cukup tiga menit percakapan untuk mengahabiskannya.

Pernyataan Tazk membuat Selena gelap mata. Dan rencana semula itu dengan cepat kembali ke dalam kepalanya. Cawan Keabadian. Selena lupa dengan nasehat-nasehat itu, tak lagi peduli dengan peringatan Ox dan Bibi Gill, acuh dengan larangan Lumpu dan tak mempercayai cerita Kosong.

Cawan Keabadian sudah berada dalam genggaman Selena. Selena dengan supernekat mengambil Cawan itu. Getaran tanah mulai terasa. Namun Selena masih mengacuhkannya.

Kemudian secara tiba-tiba Tamus muncul dari dalam lingkaran batu tempat dimana seharusnya Selena keluar menyelamatkan diri; tempat yang merupakan akses masuk mereka pertama kali.

Selena yang masih sakit hati karena pegakuan Tazk, tambah dibuat terkejut ketika mengetahui fakta yang dilontarkan Tamus.

Tamus sudah merancang semuanya. Selena hanya diperdaya oleh Tamus. Mulai dari diterimanya Selena menjadi mahasiswa, menjadikan Mata dan Selena tinggal di kamar asrama yang sama dan menjadikan mereka dekat, membuat seolah Selena mampu menemukan isi perkamen tua lewat ingatan hebatnya. Tamus sengaja menarik perhatian Selena terkait penjelajahan dunia paralel. Semua sesuai dengan perkiraannya, karena akhirnya Selena juga berhasil membuka pintu portal menuju Klan Nebula, bahkan mengambil Cawan Keabadian yang telah lama menjadi incarannya.

Selena akhirnya menyadari, dirinya hanyalah bidak Tamus. Semua kehidupan di Akademi hanyalah rencana Tamus. Semua kehidupan yang dianggapnya Spesial ternyata adalah rekayasa sosok misterius itu.

Tak peduli ancaman apapun yang dilontarkan Tamus padanya, Selena tetap bersikukuh untuk tidak menyerahkan cairan yang berada di genggamannya. Tamus yang geram, meminta anak buahnya mengejar Selena yang berusaha melarikan diri.


***

Pertarungan yang sempat terjadi, diinterupsi oleh suara menggelegar para raksasa yang berhasil keluar dari dinding. Mereka meraung-raung, mulai berlarian kesana-kemari, mengamuk, menyerang apa saja yang ada di depan mereka. Para raksasa itu bisa keluar karena dinding kokoh itu retak bersamaan dengan diambilnya Cawan Keabadian.

Mereka tidak lagi diharuskan menghadapi Tamus, namun raksasa sekaligus. Dibantu oleh Kosong, Repot, Lambat, Lumpu, beberapa penduduk, tiga sahabat itu akhirnya kembali bersatu, bahu membahu mengalahkan ratusan raksasa yang baru saja keluar dari sarangnya.

Cerita empat ribu tahun lalu itu bukanlah dusta, juga bukan legenda kosong bercampur fantasi dan imajinasi. Seorang Putri rela mengorbankan hidupnya demi mengunci para raksasa di Klan Nebula. Malam itu, saat bulan purnama bersinar terang, ketika Mata panik melihat Selena nyaris gugur, dia mengaktifkan teknik tertinggi seorang pemilik keturunan murni. Mata telah mengunci kembali para raksasa, mengorbankan hidupnya.

Yang akan terjadi setelahnya, tubuh Mata akan segera mencair. Cairan hijau yang berada dalam Cawan Keabadian tak ubahnya adalah sebuah memoar dari sebuah pengorbanan, bahkan lebih dari itu.

***


Cairan hijau yang masih berada dalam genggaman Selena ingin diberikan kepada Mata untuk menyelamatkan nyawanya. Namun hal itu dihalangi oleh Lumpu. Seperti namanya, dia memiliki teknik lumpuh, melumpuhkan. Teknik yang tidak mematikan, tetapi berdampak serius. Teknik itu mampu mengambil semua kekuatan bertarung. Tazk yang berusaha melindungi Selena justru terkena serangan Lumpu dan membuat Tazk kehilangan seluruh kekuatannya.

Dibantu Kosong, Selena berhasil keluar dari Klan Nebula, meloloskan diri dari Serangan Lumpu. Namun, Lumpu tetap menjadikan mereka, terutama Selena tak ubahnya seperti buronan, dimana dia sudah bersumpah untuk mencari kemanapun mereka berada.

***

Setelah keluar dari Klan Nebula, mereka tidak kembali ke Klan Bulan. Mereka bertiga tidak menyelesaikan pendidikan meski hanya menghadiri wisuda. Selena, Tazk dan Mata memutuskan pergi sejauh mungkin. Itu juga sebagai langkah untuk menghidari Tamus yang ikut melarikan diri dari Klan Nebula.

Mereka pergi menuju Klan yang lebih primitif, yaitu Klan Bumi. Mereka menyewa rumah di Klan Bumi. Tazk yang kehilangan kekuatannya sempat murung dan putus asa namun akhirnya bisa pulih setelah tahu bahwa Mata diam-diam juga menyukai Tazk sejak pertama kali mereka bertemu.

Kondisi mata seolah terlihat pulih, bisa melakukan aktifitas sehari-hari, padahal kondisi sebenarnya tak pernah membaik. Cairan hijau Cawan Keabadian hanya menunda kematiannya.

Beberapa bulan tinggal di Klan Bumi, Mata dan Tazk memutuskan untuk menikah. Mata hamil satu bulan setelah pernikahan itu dilangsungkan.  Sembilan bulan Mata berusaha bertahan demi anak yang dikandungnya.

Dialah Raib, anak kandung Mata dan Tazk.

Mata meninggal  tepat setelah Raib dilahirkan. Jasadnya menghilang karena berubah menjadi cairan berwarna bening, bersamaan dengan salju yang berguguran.

Sedangkan ayahnya, Tazk. Beban hidupnya sudah terlalu berat. Selain kehilangan kekuatannya, Tazk juga kehilangan orang yang sangat dia cintai. Tazk memutuskan pergi, namun Selena bahkan tidak tahu ke mana.

Selena menjaga Raib sejak masih bayi, meski hanya mengawasinya dari jauh. Selena menunggu hingga waktu itu tiba. Waktu dimana Raib perlu tahu siapa orangtua kandungnya.

***

Dua buku ini bukanlah akhir. Justru awal terbukanya kembali portal menuju Klan Aldebaran. Dan Lumpu akan menjadi tokoh utama di buku berikutnya.

***

Kelebihan :

-        Tampilan cover kedua buku ini keren dan menarik

-      Kata-kata dalam buku mudah dimengerti sehingga dengan mudah membuat pembaca mampu berimajinasi

-        Isi ceritanya seru dan penuh dengan petualangan fantasi

-       Terdapat banyak pesan moral dalam kedua buku ini

Kekurangan :

-     Terdapat banyak tempat-tempat baru yang diceritakan, sehingga perlu dibaca dengan seksama agar bisa membayangkan kondisi tempat yang menjadi latar dalam cerita

-   Ada beberapa kosakata baru yang perlu dicari di KBBI, juga berupa nama-nama tumbuhan dan istilah ilmiah yang kurang familiar