Jumat, 19 Juni 2020

[Review Buku] : Kisah Sang Penandai karya Tere Liye

Judul buku       : Kisah Sang Penandai

Penulis             : Tere Liye

Penerbit           : Mahaka, Republika

Tahun terbit     : Cetakan pertama, Juli 2011

Tebal halaman : 295 halaman

Sinopsis

Adalah Jim, pemuda yatim-piatu dipilih oleh Sang Penandai (penjaga dongeng-dongeng), untuk mengukir kisah melupakan sang pujaan hati, Nayla. 

Adalah Jim, pemuda yang jangankan memegang pedang, membaca pun dia tak bisa, terpilih untuk mengurat cerita tentang berdamai dengan masa lalu. Dia harus menyelesaikan pahit-pahit perjalanannya apapun harganya.

**

Laksamana Ramirez, sosok pemimpin Armada Kota Terapung dalam ekspedisi menemukan Tanah Harapan. Wajahnya tegas, dengan postur tubuh gagah, namun dengan senyum yang mengesankan. Tatapan matanya tajam namun meneduhkan. 

Adalah Ramirez kecil yang senang sekali mendengarkan dongeng pengantar tidur. Selalu bertanya tentang banyak hal, sampai pada sebuah pertanyaan "siapa pencipta dongeng-dongeng?"

Ibu nya menjawab "Si Penandai".

Dirinya selalu memanggil nama Si Penandai setiap harinya. Berharap Si Penandai datang menemuinya. Ketika yang ditunggu datang menemui, Ramirez kecil sama sekali tidak merasa takut. Ia justru meminta dibacakan dongeng terbaik dari si pencipta dongeng-dongeng, namun jawaban Si Penandai selalu sama,

"kau akan mengguratkan dongeng dengan tanganmu sendiri"

** 

Pate, pemuda yang menjadi teman perjalanan Jim selama mengarungi lautan. Memiliki latar belakang yang tidak jauh berbeda dengan Jim. Hanya saja Pate jauh lebih beruntung karena dibesarkan dan diajarkan banyak hal oleh Pendeta gereja tua. Pate bisa membaca dan menulis. Ia juga memiliki pengetahuan yang cukup luas. 

Mereka bertiga menjadi satu kesatuan dalam kisah Si Penandai.

Dalam kisah ini Jim dan Laksamana adalah orang terpilih. Mereka dipilih untuk membuat dongeng mereka sendiri. 

Pate, mungkin bukan menjadi salah satu orang yang dipilih Si Penandai, tetapi pate juga layak membangun dongengnya sendiri. 

"Aku pikir aku dilahirkan tanpa alasan di dunia ini. Tanpa tujuan, tanpa sebab, tanpa akibat. Tetapi hari ini aku mengerti, akhirnya aku menyadari, ternyata aku memiliki tujuan hidup yang amat berarti. Tujuan hidupku adalah membantu dongeng-dongeng kalian. Dongeng pendeta tua, dongeng laksamana, dan dongeng kau, Jim!" Pate berkata parau

** 

Dalam kisah ini, aku belajar,

Kita tak perlu berusaha menjadi orang lain untuk membuat setiap detik perjalanan kita menjadi menyenangkan.

Tak perlu menjadi yang "terpilih" untuk membuat kisah yang mengagumkan dan selalu dikenang.

Tak perlu mengutuk takdir masa lalu yang membuat kita menangis tersedu.

Seperti jawaban Si Penandai "kau akan mengguratkan dongeng dengan tanganmu sendiri"

Kita adalah diri kita, yang akan mengukir sendiri cerita terindah dalam hidup yang sangat cocok dengan masa lalu, masa kini dan masa depan kita sendiri. 

"Setiap kali seorang anak manusia terpilih untuk menjalani kisah-kisah ini, maka seluruh semesta alam akan menggabungkan diri berharap dan membantunya. Setiap kali seorang anak manusia memutuskan untuk mewujudkan mimpinya, seluruh semesta alam bersepakat menunjukkan jalan-jalannya"

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar