Selasa, 28 Juli 2020

Senja dan Sendu

Senja, izinkanku bercerita
Denganmu berdua saja
Mengulas kisah pilu masa lalu
Yang sampai saat ini masih menyisakan sendu

Tahukah senja, awan hitam itu merenggut bahagiaku
Menghilangkan senyum
Menghadirkan luka
Meredupkan mimpi yang kubangun di masa SMA

Kupikir semua akan baik saja 
Berharap pulih seperti semula
Namun hujan terlanjur mengalir deras di pelupuk mata
Hero yang kuberi nama papa
Pertama kali kulihat sendu wajahnya
Menghitam matanya
Tak henti hari demi hari air membasahi matanya

Bidadari yang kuberi nama mama
Tak lagi kutemukan cerianya 
Hanya doa dan lantunan ayat suci yang keluar dari lisan
Menata hati agar kuat menghadapi cobaan
                
Senja, belajar dari sebuah peristiwa 
Diriku kini menjadi lebih dewasa
Mengharuskanku untuk lebih waspada
Karena kutemukan segelintir orang ternyata bermuka dua
Ketika harta membuat gelap mata
Persahabatan jadi taruhannya
Terjalin lama namun sia-sia
Berakhir tanpa makna dan penuh tanda tanya  
                                                    
Sang muka dua bersandiwara Menjadikan dunia sebagai panggung baginya                 
Merabah, mencari mangsa yang  terlena 

Menutup muka dengan topeng oasis
Menampilkan muka tenang tanpa beban 
Sambil mengulurkan lidah kefitnahan
Dan berdiri diatas kaki kebohongan
Aku tersadar setelahnya
Lihatlah dibaliknya
Ada wajah dibalik topeng megahnya  

Oh senja,   
Ingin sekali kutertawa
Begitu pandai ia menipu diri
Begitu tega ia menyakiti  
Bak manusia tak punya hati
Jika kau berjumpa dengannya, sampaikan salamku, hidayah menati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar