Denganmu berdua saja
Mengulas kisah pilu masa lalu
Yang sampai saat ini masih menyisakan sendu
Tahukah senja, awan hitam itu merenggut bahagiaku
Menghilangkan senyum
Menghadirkan luka
Meredupkan mimpi yang kubangun di masa SMA
Kupikir semua akan baik saja
Berharap pulih seperti semula
Namun hujan terlanjur mengalir deras di pelupuk mata
Hero yang kuberi nama papa
Pertama kali kulihat sendu wajahnya
Menghitam matanya
Tak henti hari demi hari air membasahi matanya
Bidadari yang kuberi nama mama
Tak lagi kutemukan cerianya
Hanya doa dan lantunan ayat suci yang keluar dari lisan
Menata hati agar kuat menghadapi cobaan
Senja, belajar dari sebuah peristiwa
Diriku kini menjadi lebih dewasa
Mengharuskanku untuk lebih waspada
Karena kutemukan segelintir orang ternyata bermuka dua
Ketika harta membuat gelap mata
Persahabatan jadi taruhannya
Terjalin lama namun sia-sia
Berakhir tanpa makna dan penuh tanda tanya
Sang muka dua bersandiwara Menjadikan dunia sebagai panggung baginya
Merabah, mencari mangsa yang terlena
Menutup muka dengan topeng oasis
Menampilkan muka tenang tanpa beban
Sambil mengulurkan lidah kefitnahan
Dan berdiri diatas kaki kebohongan
Aku tersadar setelahnya
Lihatlah dibaliknya
Ada wajah dibalik topeng megahnya
Oh senja,
Ingin sekali kutertawa
Begitu pandai ia menipu diri
Begitu tega ia menyakiti
Bak manusia tak punya hati
Jika kau berjumpa dengannya, sampaikan salamku, hidayah menati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar